Alex Krüger Bilang ‘Kripto Gagal’, Pemimpin Industri Lain Setuju? Yuk, Kita Cek Ulang

Kripto lagi-lagi disorot pedas. Kali ini dari Alex Krüger yang melabelinya 'aset gagal'. Benarkah begitu? Mari kita lihat argumennya dan tanggapan para pemain besar lainnya.
1 Min Read 0 3

Kok Bisa Kripto Dibilang Gagal?

Baru saja saya diskusi sama teman soal investasi. Tiba-tiba muncul nama Alex Krüger, seorang analis kripto yang cukup dikenal. Dia melontarkan pernyataan yang cukup bikin kaget tapi juga menggelitik: menyebut aset kripto sebagai ‘aset yang gagal’. Wah, langsunglah pertanyaan di kepala ini berputar. Kripto yang katanya revolusioner, masa katanya gagal? Apalagi yang bilang bukan sembarang orang, tapi orang yang paham betul seluk-beluk dunia ini.

Jujur saja, beberapa waktu terakhir memang atmosfer pasar kripto terasa berbeda. Setelah euforia yang luar biasa, ada semacam penyesuaian, atau mungkin lebih tepatnya, pengujian. Harga-harga aset seperti Bitcoin dan Ethereum yang sempat meroket kini bergerak lebih fluktuatif, bahkan cenderung turun dalam jangka waktu tertentu. Ini yang mungkin bikin Krüger angkat bicara. Menurutnya, kegagalan ini bukan sekadar soal harga, tapi lebih dalam lagi.

Apa sih yang Bikin ‘Gagal’ Menurut Krüger?

Jadi, apa saja poin Krüger yang jadi sorotan? Salah satunya adalah soal narasi awal kripto sebagai mata uang yang bisa digunakan sehari-hari. Ingat kan dulu kita sering dengar soal Bitcoin untuk beli kopi? Nah, sampai sekarang, kenyataannya masih jauh dari itu. Transaksi dengan kripto, terutama di negara-negara yang notabene pengguna kriptonya banyak, justru terasa rumit dan mahal. Biaya transaksi (gas fees) di jaringan seperti Ethereum, misalnya, bisa melambung tinggi saat jaringan ramai. Ini kan nggak efisien kalau mau dipakai buat beli barang recehan.

Belum lagi soal volatilitasnya. Aset ‘gagal’ karena harganya naik turun drastis dalam waktu singkat, tanpa alasan fundamental yang jelas. Kalau mau jadi alat tukar atau penyimpan nilai yang stabil, karakteristik seperti ini justru jadi masalah besar. Coba bayangkan, Anda dibayar pakai Bitcoin hari ini, tapi besok nilainya bisa turun 20%. Kan pusing tujuh keliling mengelola keuangan pribadi.

Krüger juga menyoroti soal adopsi institusional yang lambat dan tidak sesuai ekspektasi. Banyak perusahaan besar yang tadinya semangat investasi atau bahkan mau bikin produk berbasis kripto, belakangan terlihat lebih hati-hati, bahkan ada yang mundur. Regulasi yang belum jelas di banyak negara juga jadi tembok penghalang yang besar.

Bukan Krüger Saja, Ada ‘Kawan’ Lainnya?

Ternyata, pandangan Krüger ini bukan suara sumbang di tengah padang pasir. Beberapa tokoh lain di industri kripto, meski mungkin tidak sekeras Krüger, juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Ada yang bilang, aset kripto masih jadi spekulasi belaka, bukan investasi yang punya nilai intrinsik yang kuat. Mereka lebih melihatnya sebagai ‘get rich quick scheme’ bagi sebagian orang, ketimbang teknologi finansial yang revolusioner.

Sekadar berbagi cerita, waktu itu saya pernah coba investasi kecil-kecilan di salah satu koin ‘promosi’ yang lagi naik daun. Awalnya untung lumayan, tapi tahu-tahu dalam seminggu harganya anjlok parah. Habis itu, koinnya hilang tanpa jejak. Nah, kejadian seperti ini kan memperkuat pandangan skeptis terhadap nilai jangka panjang sebagian aset kripto. Ini bukan cuma soal salah pilih koin, tapi juga cerminan betapa mudahnya nilai sebuah aset digital menguap tanpa ada fundamental yang menopangnya.

Para veteran di dunia keuangan tradisional pun makin vokal. Mereka melihat pasar kripto seperti kasino digital yang jauh dari kaidah investasi yang sehat. Ada yang bilang, kripto lebih cocok disebut sebagai komoditas spekulatif yang belum terbukti nilainya dalam jangka panjang.

Terus, Kita Harus Gimana?

Mendengar ada yang bilang ‘gagal’, tentu bikin kita gelisah. Tapi, dari sudut pandang saya, ini justru momen penting untuk kita sebagai investor atau sekadar pengamat, untuk lebih kritis. Apakah kita terjebak dalam narasi yang terlalu muluk? Atau justru kita melihat potensi jangka panjang yang belum terwujud sepenuhnya?

Kripto memang punya teknologi menarik di belakangnya, seperti blockchain. Teknologi itu sendiri jelas punya potensi besar di berbagai bidang, tidak hanya keuangan. Namun, bagaimana aset kripto sebagai ‘produk’ dari teknologi itu bisa survive dan bahkan berkembang, itu pertanyaan lain. Kecepatan inovasi di dunia kripto memang nggak main-main, tapi mungkin saja, apa yang kita lihat sekarang adalah fase penyesuaian yang sangat penting sebelum benar-benar matang.

Jadi, apakah kripto benar-benar aset yang gagal? Mungkin terlalu dini untuk menyimpulkan begitu total. Tapi, kalau merujuk pada ekspektasi awal dan kenyataan saat ini, ada banyak PR yang harus diselesaikan. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu masih optimistis dengan masa depan kripto, atau punya pandangan lain setelah mendengar ini?

Baca juga:

editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *